Kamis, 15 November 2012

Crying Me a River


Crying Me a River - Justin Timberlake
Bukan mau memposting lirik lagu si Justin Timberlake ini kok, cuma lagi denger aja, ternyata ini lagu udah 10 tahun yang lalu, dan masih enak banget untuk di denger.

Everything's moving fast...
Ya ga sih? Semua berlari, mungkin cuma saya yang tetap ingin berada disini, mencoba untuk menghentikan waktu, menikmati setiap detik yang tersisa, seolah Tuhan mentakdirkan kita untuk selamanya.

Muncul pertanyaan di benak saya selama hampir sebulan ini,
What would you do if u know someone whom you love dearly only have limited time to spend with before they left forever?
"Lebay ueeyy!" Sepintas memang terdengar berlebihan karena sebenarnya ini bukan menyangkut kematian.

Yaaahh,, terlepas lebay atau ngga (pasti lebay sih haha), sebenarnya ini tentang sebuah perasaan.

Perasaan yang sama yang dulu sempat saya rasa pernah ada sekali dalam hidup, dan itu udah lama banget, mungkin bertahun-tahun yang lalu.
Rasa ingin memiliki seseorang dengan sangat dan entah-harus-dengan-cara-apalagi-menjabarkan-maknanya.

I alredy knew it will hurt in the end, but I still want it anyway.. foolish.. :D
Seperti belum siap untuk kehilangan yang sebenarnya ga akan pernah siap, seperti pertanyaan selalu saya pertanyakan kepada Tuhan, dan saya percaya..
Saat aku tak melihat jalanmu, saat aku tak mengerti rencanamu, namun pengharapanku hanya padamu Tuhan.

Teringat cerita berilustrasi sederhana dan sangat menyentuh karangan Shel Silverstein, The Missing Pieces Meets The Big O. Menurut Shel dalam cerita itu, tidak pernah ada tempat atau pasangan yang benar-benar sempurna untuk seseorang. Yang ada adalah kita sendiri yang mengusahakan dengan bertumbuh bersama. Dalam hal ini, mungkin bagaimana saya menyesuaikan diri dan bisa berjalan beriringan dengan siapapun atau apapun yang telah mereka pilihkan untuk saya.

Pedih itu pasti..
Tapi mau atau tidak, suka atau tidak suka, saya hanya HARUS.




Tidak ada komentar: