Jumat, 30 November 2012

a cup of tea

Malam itu adalah malam terakhir pertemuanku dengannya. "Kita tidak dapat bersama lagi, hatiku telah membeku untukkmu", katanya. I didn't prepare for this.. Ingin sekali menyelamatkan hatinya yang beku itu.

Hujan deras membuatnya terpaksa untuk menunda kepulangannya. Angin dingin seolah menyentuh kulitku meski kita berada di dalam ruang tamuku yang hangat. Kubuatkan dia segelas teh hangat untuk menghangatkan tubuhnya dari udara dingin.

Terdengar suara lengkingan setelah ia meminumnya. Kuperhatikan dengan seksama, pastilah sekarang tubuhnya sudah hangat, pastilah hatinya pun sudah 'meleleh' karena teh hangat buatanku yang telah kucampur dengan air keras.

Perlahan lengkingannya memudar dan ia memejamkan matanya, tertidur di sofa ruang tamuku.  Ku peluk kekasihku dengan penuh cinta. Senyum bahagia kini karena hatinya, tubuhnya milikku sekarang. Selamanya.











(Fiksi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar