Jumat, 30 November 2012

a cup of tea

Malam itu adalah malam terakhir pertemuanku dengannya. "Kita tidak dapat bersama lagi, hatiku telah membeku untukkmu", katanya. I didn't prepare for this.. Ingin sekali menyelamatkan hatinya yang beku itu.

Hujan deras membuatnya terpaksa untuk menunda kepulangannya. Angin dingin seolah menyentuh kulitku meski kita berada di dalam ruang tamuku yang hangat. Kubuatkan dia segelas teh hangat untuk menghangatkan tubuhnya dari udara dingin.

Terdengar suara lengkingan setelah ia meminumnya. Kuperhatikan dengan seksama, pastilah sekarang tubuhnya sudah hangat, pastilah hatinya pun sudah 'meleleh' karena teh hangat buatanku yang telah kucampur dengan air keras.

Perlahan lengkingannya memudar dan ia memejamkan matanya, tertidur di sofa ruang tamuku.  Ku peluk kekasihku dengan penuh cinta. Senyum bahagia kini karena hatinya, tubuhnya milikku sekarang. Selamanya.











(Fiksi)

Rabu, 28 November 2012

Terima Kasih

Ketika kata "terima kasih" menjadi kata yang sulit untuk diucapkan.
Heran aja akhir-akhir ini saya sering sekali mendapati orang-orang yang lupa (atau mungkin sengaja ga bilang) untuk mengucapkan terima kasih.

Ada yang bilang, "yah, ngapain sih formal-formal amat pake 'makasih' sama temen atau sodara sendiri?"
Ya ga salah juga sih..

Banyak juga yang bilang "ngapain bilang makasih kalo cuman basa-basi doank?"
Ya ini juga ga salah sih...

Tapi menurut saya dengan bilang "makasih", kita nunjukkin  bahwa kita 'ngeh' sama sesuatu yang orang lakukan. Dan dihargai itu rasanya menyenangkan.

Ga perlu nunggu seseorang yang super baik dulu kan baru kita bilang 'makasih'? Saya rasa perlakuan baik sekecil apapun dari siapapun dan berupa apapun itu, layak untuk mendapatkan kata terima kasih.

Di-'terimakasihin'-in itu bukan karna gila hormat kok, tapi lebih ke perasaan dihargai effort dan eksistensinya.
Please change your point of view.

Terima kasih karna sudah mampir ke blog saya ^_^

Kamis, 15 November 2012

Crying Me a River


Crying Me a River - Justin Timberlake
Bukan mau memposting lirik lagu si Justin Timberlake ini kok, cuma lagi denger aja, ternyata ini lagu udah 10 tahun yang lalu, dan masih enak banget untuk di denger.

Everything's moving fast...
Ya ga sih? Semua berlari, mungkin cuma saya yang tetap ingin berada disini, mencoba untuk menghentikan waktu, menikmati setiap detik yang tersisa, seolah Tuhan mentakdirkan kita untuk selamanya.

Muncul pertanyaan di benak saya selama hampir sebulan ini,
What would you do if u know someone whom you love dearly only have limited time to spend with before they left forever?
"Lebay ueeyy!" Sepintas memang terdengar berlebihan karena sebenarnya ini bukan menyangkut kematian.

Yaaahh,, terlepas lebay atau ngga (pasti lebay sih haha), sebenarnya ini tentang sebuah perasaan.

Perasaan yang sama yang dulu sempat saya rasa pernah ada sekali dalam hidup, dan itu udah lama banget, mungkin bertahun-tahun yang lalu.
Rasa ingin memiliki seseorang dengan sangat dan entah-harus-dengan-cara-apalagi-menjabarkan-maknanya.

I alredy knew it will hurt in the end, but I still want it anyway.. foolish.. :D
Seperti belum siap untuk kehilangan yang sebenarnya ga akan pernah siap, seperti pertanyaan selalu saya pertanyakan kepada Tuhan, dan saya percaya..
Saat aku tak melihat jalanmu, saat aku tak mengerti rencanamu, namun pengharapanku hanya padamu Tuhan.

Teringat cerita berilustrasi sederhana dan sangat menyentuh karangan Shel Silverstein, The Missing Pieces Meets The Big O. Menurut Shel dalam cerita itu, tidak pernah ada tempat atau pasangan yang benar-benar sempurna untuk seseorang. Yang ada adalah kita sendiri yang mengusahakan dengan bertumbuh bersama. Dalam hal ini, mungkin bagaimana saya menyesuaikan diri dan bisa berjalan beriringan dengan siapapun atau apapun yang telah mereka pilihkan untuk saya.

Pedih itu pasti..
Tapi mau atau tidak, suka atau tidak suka, saya hanya HARUS.




Senin, 12 November 2012

Affogato Brownie

Semalam saya kebetulan kumpul sama temen-temen di Kopi Luwak. Niatnya sih mau ngopi-ngopi (yaiyalah masa mau numpang tidur?), tapi kalo cuma sekedar pesen Espresso atau Cappuccino mungkin udah biasa banget. Malem itu rasanya mau nyobain yang beda dari biasanya. Kita pergi bertiga kesana, yang satu memesan Mango Smoothie, yang satunya lagi memesan Affogato Brownie.
Pikir saya "nah ini, saya belum pernah coba", dengan segenap rasa kepo, akhirnya ikut-ikutan pesen deh.


Setelah ikut-ikutan pesen menu yang sama, yang katanya si temen sih enak banget, rasanya jadi pengen ngasi review (ngasal) tentang minuman yang satu ini.
Namanya Affogato Brownie. Harganya Rp 62.000. Begitu si pelayan dateng, si mbaknya menaruh 2 gelas. satu gelas yang berisi brownies dan es krim vanilla, satu gelas lagi yang ukurannya lebih kecil berisi Espresso.

Cara minumnya adalah dengan cara menuangkan semua espresso ke dalam gelas yang berisi es krim dan brownies itu, kemudian tunggu sampai si espresso nge-blend  alias nyerep ke browniesnya, baru deh bisa kita nikmatin.

Sayangnya ada sedikit keganjilan di minuman ini yang entah kenapa masuk ke dalam menu minuman. Pertama ini harusnya masuk ke dalam menu makanan lowh.. jelas ga bisa di minum sebagaimana layaknya minuman yang bisa diminum untuk menghilangkan dahaga, atau untuk sekedar dinikmati dengan menggunakan sedotan.
Kedua, mungkin untuk suapan pertama rasanya enak, tapi lama kelamaan rasanya jadi giung (begitu sebutan saya untuk sesuatu yang rasanya terlalu manis). Ahkirnya si affogato brownie ini cuma saya habiskan setengah.

Jadi kesan saya untuk menu yang satu ini...Yah, lumayan lah untuk eksparimen pertama kali, apalagi kalo besok-besok ada yang mau traktir, ga nolak juga sih.. :p