Senin, 15 April 2013

Hanya Isyarat

Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta.
Namun, orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja.
Seseorang yang sanggup kuhayati bayangannya dan tak akan pernah kumliki keutuhannya.
Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar.
Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan.
Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau ia sampai berbalik, niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa.



* Rectoverso

Jumat, 01 Maret 2013

Juliet untuk Paris



Dear Paris,

Hih kamu kok makin item sih? Makanya kalo kamu naik kuda tuh pake jaket, biar ga item kulitnya. Tapi jangan jaket kulit ya, apalagi kulit sapi yang sapinya belum mandi,, aseli baunya gak enak banget.

Aku masih deg-degan liat seragam-seragam buat panitia itu. Ga nyangka banget hari pernikahan kita semakin deket. Emang kita beneran mau nikah ya? Haha,, cubit aku ya nanti waktu kita dansa di altar. 


Enak ya kalo orang tua udah merestui, segalanya jadi lebih lancar. Beda sama hubungan aku sama Romeo dulu. Daddy Duke dan Mommy kurang suka sama Romeo, soalnya Romeo itu jarang pake celana.  Jadi dia harus manjat rumah aku dulu kalo mau ketemu aku.

Ah, kamu gak perlu lagi jealous sama si Romeo plin-plan itu. Aku udah pasti gak mau balik lagi sama dia, apalagi minum racun tikus sampe mati cuma buat dia. Kabar terakhir yang aku denger sih dia sekarang udah pacaran sama perempuan bernama Gorindud. Aneh ya nick nya? Mungkin perempuan itu berasal dari keluarga Gorila.

Waktu sama aku juga dia sempet pacaran sama Rosalind Greenlovers. Tapi dia dicuekin sama si Rosalin itu, gak diakuin gitu deh, putus deh jadinya. Maklum Rosalind itu kan cakep, bukan tipe cewek yang suka cowo tanpa celana. Aku aja heran kok bisa ya aku dulu naksir berat sama si Romeo buncit itu?

Paris,

Aku udah mulai terbiasa sama panggilan sayang kamu, Panjul. Hehe, lucu juga Juliet jadi Panjul. Aku juga mau panggil kamu pake panggilan sayang ah. Aku panggil kamu "Ari" ya mulai sekarang. Keren kan? Terdengar lebih Asia. Walaupun sebenernya muka kamu lebih cenderung ke Somalia :))))

Segini dulu ya surat aku. Panjul mau luluran dulu biar mulus pas nikah sama kamu nanti.

Salam,
Juliet "Panjul" Capulet



Senin, 18 Februari 2013



Jangan pernah bicara tentang ketulusan, jika kamu tidak benar-benar mengerti apa yang dimaksud dengan tulus. Setidaknya, jangan pernah mencari "yang tulus" jika kamu tidak mampu untuk melihat siapa yang benar-benar tulus.

Manusia memang harus pandai memilih dan memilah, tapi siapapun yang tidak mampu menghargai ketulusan yang dimiliki seseorang, atau yang seharusnya dapat melihat ketulusan yang dapat dimilikinya saat ini, tidak berhak berbica tentang ketulusan.

Kamu keji, tanpa kamu sadari. Dan kamu tidak tahu itu. Yang kamu tahu hanya egomu untuk mencari kesempurnaan untukmu, jadi coba jadilah tuan rumah atas hatimu sendiri.

Hari ini aku memang terluka, tapi tak mengapa. Bukan yang pertama kali terjadi, aku sudah semacam terbiasa.
Tadinya aku pikir kamu berubah, ketika kamu mencoba untuk hadir lagi disini dengan melakukan hal-hal yang tidak kamu lakukan terhadap orang lain. Perlakuan yang berbeda dari orang lain dan membawa masuk kembali di tengah keluargamu. Tapi semua itu ternyata hanya bualan di awal hari. Pada akhirnya aku tetap insecure, dimana aku bisa di buang kapan saja. 
Ternyata kamu memang tidak berubah. Bahkan kamu lebih kejam dari yang kamu tahu. Kamu lebih baik dari mereka, sekaligus lebih buruk dari siapapun yang aku kenal.

Kalau kemarin kamu sanggup begitu, dan hari ini sanggup melakukannya dengan lebih baik, rasanya kamu memang tidak layak untuk dijadikan teman hidup.

Terima kasih untuk tidak memilikimu, untuk banyak alasan.

Terima kasih.





Ya, ini memang curcol    

Sabtu, 02 Februari 2013

HIDUP ITU PILIHAN?

Siapa bilang hidup itu penuh dengan pilihan?

Saya rasa tidak selamanya hal ini benar. Ada kalanya kita tidak punya pilihan lain. Sesuatu, atau seseorang yang disodorkan begitu saja di hadapan kita tanpa kita tidak dapat lagi memilih, karena itu satu-satunya "pilihan" yang ada.

Mungkin itu menurut-Nya yang terbaik, meski tidak menurut kita. Sebenarnya saya sebagai manusia cukup penasaran ingin bertemu dengan-Nya dan menanyakan "Kenapa harus dia?". Masakan Tuhan yang katanya Maha Tahu bisa mampu untuk gagal mengetahui apa dan siapa yang kita inginkan?

Sudah pukul lima dini hari dan saya masih terbangun karena mual melihat Twitter kamu yang bertuliskan "masih sendiri, belum ada calon". Padahal baru beberapa jam yang lalu kamu mengajak saya untuk masuk lagi kedalam "zona insecure-nya".

Dan sungguh, bukan tangannya yang saya impikan untuk dipinjamkan untuk mengobati rasa mual saya ini. Tapi terima kasih Tuhan, setidaknya tangan itu mampu menyembuhkan rasa mualnya.

Kadang kita perlu orang yang menyukai kita tanpa harus kita sukai untuk membunuh bayangan tentang orang yang kita cintai, tapi tidak mencintai kita.


Selasa, 29 Januari 2013

Ngeluh sama pamer itu beda tipis

Sedang melintasi Timeline di Twitter dengan anggunnya,, tiba-tiba jomplang lihat salah satu (atau salah dua) keluhan-keluhan yang "ngga banget".
Iyah,, seorang teman yang mengeluh;

"Baru sdar gesek debet sna-i smua bank di kuras.. Baru sadar kelar belanja. Ternyata barang co mahal mahal yah.."

beberapa menit kemudian;

"Asleee ini belanja sana-i pke high helss, haus, pas di mobil air pth abis.. Pinggang srasa nyut2an bw mobil.."

HALOOOOOOO!!!
Iyaa HALOOOOOOO!!!
Iyaaaaa HALOOOOOOOOO!!!!
Ngeluh apa pamer mbak???



Jumat, 18 Januari 2013

AKHIRNYA DATANG JUGA

Masuklah, tak perlu mengetuk pintu
Tak perlu permisi
Datanglah kapan saja sesukamu

Tak apa kamu tak tahu seberapa banyak pahit yang aku telan
Tak apa kamu tak tahu bagaimana sakitnya
Tak apa kamu tak tahu bagaimana rasanya insecure.

Tentang rindu yang menyesakkan nafas
Dadanya terhimpit diantara kepulan asap rokokku.
Ya, bukan aku yang kangen kamu, tapi rinduku.
Dia kangen dengan rindumu.
Kasihan. Dia seperti orang gila, sering berbicara sendiri tanpa ada yang mendengarkan dan membalas. Malah dia mungkin semacam ingin mati.

Rindumu.
Apa kabar dia? Adakah rindumu datang menemui rinduku?

Senin, 14 Januari 2013

Greet

Kadang rasanya lebih mendebarkan pada sosok yang tak terlihat dan tak terdengar di banding sosok yang terlihat dan terdengar.

Seperti mengisi kembali kerinduan atas kekaguman.
Memenuhi ego yang perih karena kelaparan

Dan kali ini egoku memilihmu untuk menjadi santapan

Halo ikan bawal :)



Sabtu, 12 Januari 2013

BENAR-BENAR KITA






Kita tidak pernah benar-benar memulainya

Maka kita juga tidak akan pernah benar-benar mengakhirinya

Karena "kita" tidak pernah benar-benar ada

Ya...
Memang takkan pernah ada cerita dalam sebuah rahasia

Rabu, 09 Januari 2013

BUKAN TEMAN BERMAIN

Rasanya baru kemarin aku bertanya kenapa kamu tidak lagi memanggilku "sayang".
Dan dengan jawabanmu "ngga dulu", lalu mengembalikan pertanyaannya untukku dengan kata "kenapa"

Hari ini kamu mencoba untuk masuk lagi di hidupku tanpa peduli hatiku baru saja patah dan belum sembuh.

Mungkin hubunganmu gagal dengannya
Mungkin kamu kesepian
Mungkin kamu butuh teman bermain

Mereka mungkin mainanmu, pengisi kekosongan, juga kebosananmu.

Aku bukan.

Jadi jangan pernah kembali hanya ketika kamu butuh teman bermain.