Mengisahkan sepasang mempelai muda yang saling jatuh cinta, namun terhalang karena kedua keluarga mereka saling bermusuhan. Siapa yang tidak tahu tentang kisah romantis ini?
Aku bertanya-tanya dalam hati, apa yang Juliet lakukan seandainya Romeo meninggalkannya, bukan karena dilarang menemuinya, tapi karena kehilangan minat? Bagaimana seandainya Romeo lebih mencintai keluarganya dan berubah pikiran untuk memberikan kesempatan kepada teman adiknya, Rosalind? Bagaimana seandainya, alih-alih mengatakan yang sebenarnya kepada Juliet, Romeo justru menghilang?
Aku bertanya-tanya apakah akhirnya Juliet juga akan menikah dengan Paris, hanya untuk membahagiakan orang tuanya, demi menjaga ketenangan. Tapi kisah itu memang tidak banyak bercerita tentang Paris.
Bagaimana seandainya peran Paris lebih dari itu?
Bagaimana seandainya Paris benar-benar mencintai Juliet dan ingin agar ia bahagia? Menunggunya selama bertahun-tahun? Bagaimana seandainya Paris satu-satunya orang yang benar-benar memahami Juliet dan membuatnya merasa sangat diinginkan? Bagaimana seandainya Paris itu sabar dan baik? Menjaganya baik-baik? Bagaimana seandainya Juliet tahu ia tak mungkin bisa bertahan tanpa Paris?
Dan... bagaimana bila Juliet mencintai Paris?
Tidak sebesar cintanya pada Romeo, tapi cukup sampai Juliet ingin agar Paris bahagia juga?
Romeo benar-benar pergi, tak pernah kembali lagi, adakah bedanya seandainya Juliet menerima tawaran Paris atau tidak? Mungkin sebaiknya Juliet mencoba mengais kembali kepingan-kepingan hidupnya yang masih tersisa. Mungkin itulah yang paling mendekati kebahagiaan yang bisa di raihnya.
Aaahh,, kemudian aku tersadar dari lamunanku. Juliet yang di campakkan oleh Romeo 'pengecut' tidak akan pernah menjadi hit jika jalan ceritanya seperti ini..
Tapi jika memang ada cerita ini, sungguh, ingin rasanya berterima kasih kepada Paris.
Terima kasih karena membuatnya merasa begitu diinginkan.
And I dedicate it to you, Paris.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar